About Me

Foto saya
Jakarta, Indonesia
Take the way you want and kick the threat. Running with full speed like a deer. And loud of laugh!

Selasa, 20 Agustus 2013

Terik Mentari

Kali ini aku seperti merasa seperti ada di tengah sungai, berenang dengan aliran yang tenang. Namun masih linglung apa yang aku rasa, khawatir akan jarak didepan sana. Apakah tetap tenang seperti ini atau aliran akan semakin deras? Aku gak tau medan ini. Sejujurnya aku tak pandai berenang seperti yang kamu tau, aku takut kalau-kalau tenggelam, semua akan selesai.
Semakin berenang, aku semakin bisa melihat kamu. Kamu sedikit turun dari langit, kali ini aku lihat keberadaan mu diatas tebing yang tinggi. Aku masih kesulitan menjangkau mu. Sinar matahari menutupi wajah mu, padahal aku rindu sekali ingin melihatnya.
Sayangnya, aku gak ngerti gimana cara supaya bisa naik ke atas tebing. Aku lihat tali ditangan mu tapi kamu gak mau kasih itu ke aku. Tidak ada bebatuan yang bisa ku pijak. Aku hanya punya pengharapan dan usaha untuk membuat mu membantu ku naik. Kenapa kamu sulit sekali ku jangkau sih? Kerongkongan ku kering, menelan ludah saja sudah tak bisa. Rasa air sungai ini cukup pahit, aku gak sanggup menelannya.
 
Aku tunggu kamu di bawah ya. Ulurkan tangan mu. Dengan tali itu. Oke?

Senin, 19 Agustus 2013

Indah....

Kamu tau gak bahagianya dia ajak terbang? Bisa merasakan hembusan angin. Bisa menyentuh awan putih. Melayang di langit biru nan luas. Bisa melihat gunung, pantai dan indahnya dunia. Asiknya lagi waktu terbang bersama kamu, pegangan tangan sambil membicarakan titik bengek akan dunia. Itu indah.
 
 
Masih merasa bahagia, aku harus menangis meratapi bahwa aku jatuh ke dunia yang indah itu. Dilihat dari atas semua indah banget, tapi begitu aku dibawah semua terasa duri di kerongkongan. Seperti menelan paku payung. Kamu yang diatas liat aku gak? Aku lagi nangis loh, lutut ku luka, banyak goresan. Sekarang aku ga tau lagi ada dimana. Aku bingung mau kemana. Aku gak punya tempat di bawah sini. Aku mau naik lagi, tapi aku gak punya sayap. Cuma kamu yang punya sayap, tapi sayap kamu patah, kamu ga bisa jemput aku lagi. Aku sendirian disini.
 
Aku cuma bisa liat bayang-bayang kamu, aku teriak kamu gak bisa denger. Kamu terlalu jauh dan gak bisa ku gapai lagi. Gimana dong???? 
 
Aku cuma bisa liat kamu perhatiin langkah-langkah ku, kalau aku nangis kamu senyum ke aku dari atas. Kebaikan kamu masih bisa aku rasain dari bawah sini. Tapi tetap tidak terjangkau. Gak ada roaming. SLJJ juga gak berlaku lagi.
 
Oh iya, kamu tau gak, kalau kamu itu indah. Sampai kapan pun.

Sabtu, 10 Agustus 2013

nothing!

Nothing!

just cant do anything.

just feel 1 thing

just think about something

just remember for 2 things

just try to close my eyes

for

final.. I understand that....

I HURT today.

Jumat, 02 Agustus 2013

Life (or/ and) Love of Cycle

Kelas Produk dan Merek ada materi mengenai Metamorphosis of Product yang membahas bagaimana awal dari suatu produk lahir dan berakhir dengan kematian.
 
 
 
  1. Tahap pengenalan akan produk kepada konsumen, semua masih baru, info yang dimiliki konsumen tidak banyak sehingga diperlukan pengenalan akan produk itu sendiri. Seberapa hebat produk dan keuntungan-keuntungan yang bias didapat dari produk tersebut sehingga tidak mengecewakan. Penjualan masih rendah.
  2. Tahap dimana produk bertumbuh karena sudah mengenal seperti apa produk tersebut sehingga konsumen tertarik. Disinilah pertumbuhan terjadi atas dasar saling menguntungkan dan menjadi saling membutuhkan satu sama lain. Penjualan sudah meningkat.
  3. Tahap kedewasaan antara produk dan konsumen, sudah terlalu lama pengenalan akan produk dan kejenuhan akan terjadi. Dibutuhkan promosi atau inovasi baru akan produk untuk menghindari kejenuhan dan ditinggalkan sang konsumen. Penjualan meningkat kemudian menurun.
  4. Tahap kematian, dengan adanya produk lain sebagai kompetitor yang bermunculan akan mengakibatkan produk ini mengalami penurunan drastis. Kejenuhan itulah sebagai penyebab utama. Penjualan pun turun sangat curam.
 
 
Sama halnya dengan hidup, dari kecil kita diperkenalkan akan dunia yang belum kita mengerti seperti apa wujud kehidupan ini. Bertumbuh bersama dunia dimana merasa bagian dari dunia dan mencoba hal-hal menyenangkan di dunia ini. Menjadi dewasa ditengah-tengah dunia, sudah mengenal secara dalam akan kehidupan dunia ini, merasa jenuh karena sudah terlalu banyak hal yang terjadi baik senyum maupun air mata. Kematian pun mengakhiri karena sudah terlalu banyak tahu dan sudah terlalu banyak yang sudah dilakukan serta kesempatan yang diberikan. Time is over.
 
Bisa dikaitkan juga dalam percintaan mungkin.
 
Saling mengenal satu sama lain, sudah merasa klop dan memutuskan bersama, masa jenuh karena akhirnya tahu tidak semua indah dan banyak keburukan yang belum terlihat. Mungkin ada kompetitor. Komunikasi yang awalnya tinggi sekarang menurun. Masa pencarian inovasi. Terakhir kematian. Bisa jadi kesepakatan terputus.
 
Tapi manusia bukan produk. Memang ada kesamaan dalam life cycle tersebut tapi dalam hal ini seharusnya ditambah menjadi 5 tahap, dimana tahap ke 4 adalah tahap pemulihan dan terakhir baru kematian saat pemulihan doesn't work. Life is a choice. Boleh pilih 4 tahap, boleh pilih 5 tahap itu.
 
Sometime I feel worry when I had to face that step of growth until decline. Can I pass it? Need recovery? or decline is a final decision?