About Me

Foto saya
Jakarta, Indonesia
Take the way you want and kick the threat. Running with full speed like a deer. And loud of laugh!

Senin, 28 November 2011

Sahabat, Lagi

Aku kehilangan sahabat-sahabat ku. Tidak, tepatnya, aku melepaskan mereka.

Seharusnya aku sedih, tapi aku memaksa pikiran dan hati ku untuk tidak bersedih.

Ini keputusan dan ini pilihan. Aku harap semua akan semakin baik.

Terima kasih kawan untuk tahun-tahun yang baik.

Sukses untuk kalian :)

KOREAN DRAMA

AIGOOO!!! GUE LAGI GILA KOREAN DRAMA!!!

WAktu SMA sampe kuliah semester 3 an gue juga suka sih, cuman jam kuliah yang padat dan berlanjut kerja nuat gue lupa sama film-film drama yang oke punya.

Kenapa gue suka drama Korea, menurut gue, drama yang paling OKE itu dari Korea. Banyak emosi didalamnya; lucu, seneng, sedih, marah, deg-deg-an, panik, serius, tegang, semua komplit all in one.

Beberapa jenis lelaki yang mimikat hati gue setelah nonton film nya:

1. Lee Min Ho













 Kalo dia sih jangan ditanya, sejak main di Boys Before flower Min Ho langsung menanjak tajam. Dan makin suka pas main di City Hunter, aisshhtagaahhh, cowok banget (meskipun pernah pake celana PINK, sekali lagi "PINK"). Pas pegang pistol, naik di gajah, berantem, jalan aja bikin gue sukaaaaaa!!!Film ini total dan ga bertele-tele.

2. Jung Yong Wha









Leader CNBlue - Band Korea jenis Pop Rock yang merambak di dunia acting sekaigus gitaris, rapper, vocalis. Film terbarunya " Heartsrtings" bikin gue nagih nonton lagi. Main gitarnya bagussss.... Ehhmm, fans CNBlue, kesian juga ga bisa nonton konsernya bulan November ini. Turut berduka juga buat temen gue yang udah beli ticketnya "SISKAAAA" next time pasti bisa liat dia langsung kok :))

3. Hyun Bin













Yang ini juga jangan ditanya deh, film nya banyak euyy. Film terbarunya " Secret Garden". Huawahahahahha, cakepp, cowok bangettt.

Artis-artis ini yang ga lemah gemulai, makanya eike sukaaaa. Meskipun kadang-kadang suka pake baju ga penting. --______--

So far, I love them, kalau sampe bikin di blog atau download sountrack-nya. Ga ada yang tau isi play list hape gue kok :D

Selasa, 23 Agustus 2011

KATA AKAN HARI-HARI

TERKADANG RASA JENUH MEMBUAT AKU BERPIKIR UNTUK BERLARI JAUH DARI APA YANG HARUSNYA AKU HADAPI.

MEMBUAT KU MERASA LELAH, SEAKAN BERLARI TANPA HENTI, PADAHAL TERLIHAT TIDAK ADA HAL BESAR YANG AKU KERJAKAN.

MEMBUAT KAKI KU KAKU DAN PELUH KU SEAKAN TAK HENTI.

BAHKAN INGIN RASANYA MENUTUP MATA AKAN KERAMAIAN YANG HARUS DI PERHADAPKAN.

YAHH, YAHH...

BERLARI DARI KEJENUHAN TIDAK AKAN PERNAH MEMBUAT KU MENJADI SEORANG PEMENANG. BUKANKAH MENJADI "LEBIH DARI SEORANG PEMENANG" YANG AKU HARAPKAN?

TEGARLAH, HADAPI, DENGAN KEKREATIVITASAN PENUH UNTUK MENGHANCURKAN KEJENUHAN YANG DAPAT MENGHANCURKAN HARI MU.

HARI DEPAN MU LEBIH BERHARGA DARI HARI JENUH MU SEKARANG.

Kamis, 11 Agustus 2011

Segenggam Pasir

" Jangan menggenggam pasir terlalu erat, karena ia akan keluar dari sela-sela jari mu"


Statement yang sempat membuat ku berpikir dan terdiam. Mencerna setiap kejadian-kejadian yang sempat singgah... Mengingat apa yang berharga dihidup ku, sepertinya tidak boleh aku genggam terlalu keras.

Semakin aku berusaha menjaganya, semakin rasa ketakutan mengeluti hati ini. Membuat ku semakin sesak jika kehilangan itu harus menghampiri aku.

Keluarga
Pasangan hidup
Pekerjaan
Cita-cita
Sahabat
Kekayaan
Uang
Emas
Berlian
Mobil

Semua dapat sirna dalam hitungan detik.

Jadi, untuk apa bekerja dengan peluh menetes deras kalau akhirnya akan musnah jua?

Yeah, sangat jelas kita tau bahwa tidak ada yang abadi didunia ini. Semua titipan, hmmm, atau hadiah dari Tuhan karena usaha kita. Itu hanya kebaikan-kebaikan kecil yang Tuhan beri untuk kita. Masih ada sejuta kejutan menarik jika kita setia kepada Tuhan.

Untuk itu, tak ku pertahankan lagi apa yang ku punya saat ini.

Seperti sebuah sepatu roda indah yang dimiliki seorang anak kecil. Hadiah terbaik dari sang ayah. Karna terlalu suka dan tidak ingin rusak, anak ini menyimpan sepatu roda di ujung kamarnya dalam kotak yang masih terbungkus rapih.

2 Tahun kemudian, ia ingat akan kotak berharganya itu. Dibukanya kotak berisi sepatu roda itu, namun sayang, sepatu roda itu tidak berfungsi lagi. Karat menggerogoti setiap rodanya, rodanya macet sehingga tidak bisa digunakan.

Iya, itu terjadi karena kita terlalu sayang akan sesuatu, terlalu takut kehilangan sesuatu, dan akhirnya sesuatu itu musnah, pergi, hilang, bahkan tanpa kita sadari-mungkin, setelah kita tersadar bahwa sesuatu itu telah pergi.

Yahh, tidak perlu menggenggam pasir terlalu keras, ia akan keluar dari sela jemari mu.....




Hidup itu Pilihan

PILIHAN...

Sering kali kita diperhadapkan pada 2 pilihan sulit, dimana lebih baik tidak memilih dari pada hanya memilih 1 diantara 2 pilihan tersebut. Atau seperti dicekik dan napas sampai diujung leher. Hari-hari dipenuhi dengan pilihan tersebut, otak hanya berisi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, hati tidak tenang, kesulitan makan, ingin menyendiri, ingin senang-senang, rasanya ingin keluar sejenak dari zona itu.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyelesaikan setiap pergumulan meraka. Ada yang:

  • Santai-go with the flow, apapaun yang terjadi itulah yang memang terjadi, mau gimana lagi.
  • Grasak Grusuk, bingung mau gimana, terlalu panik, nangis atau bahkan sampai setress dan akhirnya pun berujung pada kepasrahan.
  • Berpikir, tenang. Mencari waktu dan tempat yang tenang untuk berpikir. Mencari teman yang bisa di ajak sharing dan berpikir jernih akan kemungkinan yang terjadi dan siap akan dampaknya jika pilihan tersebut diambil
  • Menghindar sejauh mungkin. Meskipun tau bahwa menghindar bukan keputusan yang tepat, namun sangkin tidak mampu mengambil keputusan, menghindar sepertinya jalan yang tepat untuk tipe macam ini. Walau akhirnya  ia tau masalah itu akan menghampiri lagi, namun, hmmm... mengulur waktu untuk merasakan kesakitan menjadi pilihan.
Entah... Aku pun bingung ada point berapa. Ingin santai tapi terkadang grasak grusuk karena diminta jawaban secepat mungkin, mencoba tenang tapi pikiran itu terus menghantui hingga rasanya ingin menghindar.

Hmmm, mungkin 1 statement yang bisa membuat ku berpikir ulang untuk mengambil keputusan akan pilihan itu, bahwa:

" KEPUTUSAN DAN TINDAKAN YANG KITA HARI INI
AKAN MEMPENGARUHI DAN MENENTUKAN HARI DEPAN KITA"

Jadi, poin 3 rasanya lebih tepat untuk ku, karena menyangkut masa depan, semua harus dipikir dengan baik.

Hidup itu memang pilihan.
Mau baik atau buruk,
Mau lurus atau belok,
Mau senang atau sedih
Mau berdoa atau bermain
Mau resign atau tetap
Mau bekerja atau bisnis
Mau A atau B...

Itu pilihan... dan siapa yang menentukan?
Ya.. KITA....

Seperti itulah.... Keputusan ada ditangan anda sendiri. Tinggal kita berpikir jernih dan bergantung dan bertanya pada Tuhan, untuk tau, mana yang baik, mana yang lebih baik..


Minggu, 07 Agustus 2011

DREAMS

I HAVE A BIG DREAM....


Cita-cita yang semakin kuat untuk bisa aku raih, so excited untuk bisa sampai pada anak tangga tertinggi dan menunggu pak mandor menambah anak tangga itu.

Begitu pentingnya "Dream" bagi kehidupan kita. Sesuatu yang akhirnya bisa membuat kita bersemangat dan memiliki target. Target... Tujuan yang harus dicapai, sampai GOAL! Sasaran terpenuhi.

Dibutuhkan Visi terlebih dahulu. Yeah, Visi bukan Ambisi. Visi juga yang membuat kita hidup. Sepertinya terdengar sama, visi, goal, tujuan, itu yang menciptakan cita-cita atau mimpi. Namun visi ini lebih kuat. Visi mengarahkan kita kepada hal yang pantas untuk kita raih. Sedangkan Ambisi bisa mengarahkan kita pada kehancuran. Karena ambisi mencantumkan unsur "menghalalkan segala cara". 

Kembali kepada kegairahan menggapai mimpi. Aku pun tidak menyangka bisa sampai pada tahap ini. Dimana kalau aku mencoba kembali me review kehidupan ku pada saat aku SMP dan SMA, yang terlintas hanya kesenangan bermain. Namun waktu yang menambah usia membantu ku berpikir lebih dewasa dan tidak berfokus pada 1 meter penglihatan mata, namun memaksa ku untuk melempar pandangan pada jarak 1000 meter. 

Bermimpi itu sungguh mengasikan, bahkan bisa membuat aku berpacu untuk berlari lebih kencang lagi. Aku mau berada pada baris depan. Terlebih diusia yang masih muda. Merelakan waktu untuk belajar lebih lagi, berusaha lebih besar lagi, mencari pengalaman dengan giat, never give up, ever.. GAGAL?? Itu bukan masalah. Kita tidak akan pernah merasakan bagaimana kebangkitan itu kalau kita tidak pernah jatuh. Kita tidak akan pernah merasakan kesembuhan kalau kita tidak pernah merasakan sakit. Jadi, gagal itu adalah jalan yang membantu kita menuju kesuksesan.

Belajar, dari pengalaman, dari kegagalan, dari apapun. Bisa membuat kita semakin bijaksana.

Yeah, mimpi.... Aku menunggu. Menanti. Dan berusaha untuk meraih, menyentuh dan menggapainya.

Aku suka bermimpi...... Bermimpi dengan usaha.

Mari kita lihat, akankah kita terbangun dari mimpi kita, ataukah menyadari, mimpi kita menjadi kenyataan....

Senin, 06 Juni 2011

Love is not a game

LOVE!!!

Hahaha, kayaknya kata itu adalah perkara yang tidak akan pernah musnah dari dunia ini.

Percaya atau tidak, sampai semester 5 kuliah, gue ga mengerti arti cinta yang sesungguhnya. Kenal lawan jenis iya, pacaran iya, but I’m not understand what the purpose of it all.

Hampir seluruh temen-temen memiliki pasangan, tidak terkecuali. Mulai dari yang terlihat geeky, smart, naughty, sampai yang terlihat religious, hampir memiliki pasangan di usia muda tanpa tau tujuan hubungan mereka.

World such as lack of love!!!!

Apa alasan mereka HARUS punya pacar? Gue pikir 60% mengatakan mereka butuh perhatian.

Oh, come on guys! Emang cuma pacar yang bisa perhatian atau emang cuman ke pacar kita bisa perhatian. Kalau emang iya jawabannya, gue rasa otak manusia didunia harus di cuci ulang. Terlalu cetek pemikiran kayak gitu. Like many people said that UNIVERSAL LOVE. Kalau kalian ngerasa kekurangan cinta, mohon diperhatikan ya sekeliling kalian, seberapa banyak orang jauh ga bisa merasakan cinta.

Kalian bisa datang ke beberapa orang yang kehilangan keluarga, perceraian orang tua, mereka yang terbuang, gue rasa itu cukup untuk buat kalian merasa bahwa kalian jauh lebih memiliki cinta dan kasih dari keluarga dan sahabat kalian.

So, please stopped to say “ not enough love in my life” dan menjadikan pacar sebagai kebutuhan. Ya, pasangan hidup itu memang kebutuhan manusia. Tapi bukan untuk dijadikan permainan, mungkin terlalu berlebihan kalau mengatakan sebagai permainan, bisa kita ganti dengan percobaan.

Coba sama dia, kalau cocok lanjut, kalau enggak ya mau gimana lagi. Bukan jodoh. Love is not a game, just play, fighting to be a winner. Gue rasa itu terlalu picik. Hey, we are talking about feeling, about heart. Dan itu sensitive. Berapa kali akhirnya kalian menyakitkan hati orang yang pernah menjadi pasangan?

Saat ego masih terpampang kuat disetiap pribadi, pertengkaran itu berujung menyakitkan bukan? Berapa kali kalian menuduh pasangan kalian karena kecemburuan yang menembak hati kalian? Atau pemaksaan kehendak hati. Jangan ini, jangan itu, gak boleh begini, ga boleh begitu. Emang pasangan kita robot? Setiap pribadi itu punya kehendak bebas, asalkan jangan disalah gunakan kehendak bebas itu.

Oh iya, kenapa banyak sekali pernikahan dini atau yang sering disebut MBA – Married By Accident? Karena banyak sekali pencobaan dalam suatu hubungan Saat belum siapnya hati untuk menjalani suatu hubungan, cobaan itu langsung menyerang. Ya, karena cinta itu nikmat, lebih nikmat dari anggur. Sesuatu yang menagihkan. Saat belum adanya kesiapan, hati mudah sekali di ombang-ambing, mudah sekali dipengaruhi. Dan kawula muda sangat suka sesuatu yang baru, sesuatu yang belum pernah di coba.

Suatu hubungan dijalin itu untuk mengarah pada pernikahan. Dan itu tingkat paling tinggi dalam suatu hubungan, ga bisa main-main. Apa yang kau lakukan sekarang akan berdampak pada hari esok. Kalau sekarang main-main, ya akan berdampak pada esok hari. Kalau sekarang coba-coba, putus-nyambung, gonta ganti, memungkinkan kita untuk melakukan hal yang sama dalam pernikahan bukan?

Salahkah pacaran? Tentu tidak, teramat sangat tidak salah. Yang salah ada tujuan yang salah dari pacaran. Siapkah menuju pada pernikahan? Itulah pertanyaan pentingnya.

Kembali lagi, “seseorang punya kehendak bebas” mau menyakiti atau membahagiakan pasangan itu kehendak bebas setiap pribadi. Dibutuhkan respon hati yang benar untuk memilih kehendak yang baik.

Akan ada banyak pro dan kontra jika membicarakan mengenai cinta.

“ Kalau kita ga menjalani, gimana cara kita tau dia orang yang tepat? ” A good question.

Apakah membantu menemukan jawaban “dialah orang tepat” jika kita menjalani hubungan dengannya? Terus karena ga cocok, putus, hubungan jadi kurang baik, atau sampai ada yang sakit hati bahkan kepahitan.

Gimana kalau diganti dengan “berteman dengan baik” ? Tulus berteman, biasanya dalam persahabatan keterbukaan itu sangat ada. Ga ada jaim-jaim an. Kalau selama perjalanan pertemanan itu ada “sesuatu” yang bisa dilanjutkan hal yang lebih lagi, mari dilanjutkan. Gak perlu capek pedekate lagi bukan?

Karena hati itu teramat sangat sensitif.

Nobody Loves Me like You Do (by Edward Chen)


Each time when I feel all things disappeared
I'm so glad that You are here
Through the darkest night
You always be my light
And You guide me all the way

Only you can heal broken part in me
By Your love and sensitivity
With You were by my side
Everything will be alright
You help me to see the beautiful things
You gave for me

Nobody loves me like You do
You touch my heart with love so deeply and true
I have been searching for my whole life through
Just to found that Nobody loves me like You do

Minggu, 05 Juni 2011

"LOOK AT ME"

A game played just for laughs and have fun.

Kami memasang barisan di meja panjang sebuah tempat makan sederhana. Permainan lama yang menguras pikiran untuk semakin jeli dan detail melihat persoalan. Yang terlalu lama tidak menemukan jawaban menjadi bahan tertawaan kurang lebih 9 orang.

Tertawa yang tidak berhenti. Aku tertawa, mereka tertawa, lepas, tanpa beban. Melupakan setiap titik jenuh kami akan segudang aktivitas. Melupakan rasa sakit akan goresan luka di hati, melupakan setiap detail kesesakan dan kelelahan.

Aku benar-benar melupakannya saat itu. Aku bahagia.

Sahabat. Itu mereka. Tidak membutuhkan uang untuk mendapatkan ketulusan mereka. Tidak dibutuhkan emas berlian untuk mendapatkan tawa bersama mereka.

Mereka itu tulus, mereka adalah alasan mengapa aku bisa bertahan akan rumitnya jalan. Tidak!!! Alasan lain mengapa aku bisa bertahan akan pikiran rumitnya jalan-jalan ini.

Tidak ada kekakuan antara kami. Yang lemah dkuatkan, yang kosong dipenuhkan. Sungguh aku merasakan hal yang begitu baik bersama mereka. Tidak hanya tertawa, menangispun mereka berada tepat di sisi ku.

Mungkin terdengar begitu biasa dan sederhana "sahabat ada tidak hanya dikala bahagia, namun menangispun bersama" dan kita banyak menemukan beberapa kelompok pertemanan yang tidak ada saat duka terasa.

Namun aku pastikan, sahabat baik dan benar itu masih ada dalam dunia. Aku menjadi saksi, karena aku memiliki sahabat yang penuh akan kasih. Kasih.... Tidak hanya menberikan tawa, tapi memukul dengan tongkat saat mereka tidak dalam track yang benar. Karena sahabat tidak menginginkan sahabatnya tersandung.

Ya, itu aku rasakan.

Terima kasih untuk anugerah ini.Karena sahabat adalah anugerah.

Sabtu, 04 Juni 2011

Perbincangan Tentang Sahabat

TODAY!

Disaat pak boss 1 berada di luar kota, dan pak boss 2  (boss baru) belum banyak adaptasi, sabtu pagi menjelang siang dikantor tanpa di temani Ms. T yang lagi cuti dan menikmati weekend bersama sang pacar.

Sambil santai dan up date blog, gue iseng-iseng baca blog Ms. T, gadis muda santai yang gue kenal cuma 1,5 bulan dikantor lama. Harus gue akuin, dialah orang yang membantu gue untuk ga ngedumel tiap kali harus keluar masuk ruangan pak boss dalam kurung waktu yang cukup lama atau pulang lebih malam seperti biasanya.

Kami resign di tanggal yang sama, setelah itu, kami hanya berteman di dunia maya. Jarak ternyata bukan masalah yang membuat kami tidak berteman. Gue di Jakarta, dia di pekan baru, tapi rasanya kayak jungkir balik 1 lompatan, kayak disebrang meja kerja, dibalik layar komputer.

Ada aja diomongin. Lucunya, gue bisa kenal temennya, temen gue bs kenal dia, bahkan orang yang sama-sama ga pernah kita kenal bisa jadi temen kita. Hahahaha, terlalu lucu jenis pertemanan ini.

Dia bilang, kalau dia ga suka sama orang yang deket karena butuh aja. Ga butuh ya ga usah deket.

Ya, gue diingatkan lagi sama dia, kalau emang banyak jenis manusia kayak gitu. Manusiawi memang. Tapi bukan berarti jenis itu ga perlu dibantu. Kalo kita jauhin, siapa yang nolong dia? Mungkin dia ga sadar kalau dia “seperti itu” , kalau bukan kita yang ingetin, siapa lagi? Kodok?

Kalau setelah itu dia pun tetep ga berubah juga, baiklah, kita cari sang kodok yang mampu buat dia berubah :D

Oh iya, Ms. T juga ngingetin gue yang namanya ketulusan.

Dan waktu gue bilang “ T, banyak kok orang kayak gitu di dunia ini”

Dia jawab “ Enggak, buktinya, gue kenal kalian yang tanpa embel-embel. Elo, mas Agus, Ogik. Gak ada juga yang gue butuh dari kalian. Tapi kita tetep deket “

Kira-kira seperti itulah percakapannya meskipun gak sama persis.

Oh iya T, gue lupa bilang sama lo, meskipun dia terkesan "datang saat butuh", gue rasa kita - manusia, akan ada masanya datang ke orang yang pernah kita sapa, saat kita "butuh" dia. Santai ajalah.

Lanjut gue “ Hukum seleksi alam tetep berlaku T. Yang gak sesuai ya akan tersingkir”

Dia suka dengan perumpamaan “hukum seleksi alam, ya? Like This”

Oh iya T, gue lupa bilang sama lo selain ketulusan, dibutuhkan sifat mau mau mengerti atau mau menerima. Cukup sederhana namun rumit untuk dilakukan.

Kalau ga ada berantem-berantemnya, gak afdooolll, hehehehe. Disitu ketulusan bisa dinilai.

Kayaknya kita harus ngalamin itu deh :D

The last day we met in Jakarta after resign

Visi dan Ambisi

Dulu masing-masing pribadi menyimpan rapat rahasia mereka dalam kumpulan kertas yang dinamakan diary.  Bahkan banyak yang menggunakan buku yang memiliki kunci agar tidak dapat dibaca oleh orang lain. I think there is no longer a secret for everybody.

Social media becomes a tool to share their life stories. Dengan berbagai jenis “story”. Ada yang berkata-kata positif, ada yang berisikan kapas -  diterpa angin berhembus terbang dan tak kembali, atau mencuci pikiran dengan perkataan tidak bermutu.

Siswa yang terancam dikeluarkan dari sekolah karena mencela kepala sekolah di status facebooknya. Politikus yang meminta maaf kepada rakyat karena merusak nama baik lawan politiknya. Orang semakin giat belajar untuk menguasai teknologi, siang dan malam mencari cara mengembangkan sang teknologi.

Berawal memiliki visi menciptakan sesuatu yang bermanfaat, namun ambisi menghancurkannya. Semakin pintar manusia, semakin besar ambisi mereka. Salahkan memiliki ambisi? Aku tidak bisa mengatakan itu benar atau salah. Tapi aku tidak sdetuju dengan kata ambisi. Menurut ku ambisi akan membuat kita berusaha melakukan apapun untuk merealisasikan atau mendapatkan keinginan kita, ambisi kita. Dengan cara apapun.

Menurut mu, orang-orang pintar dalam teknologi, membantu membobol rekening bank, mencuri data, mengubah gambar dan video menjadi hal yang tidak layak untuk diperlihatkan dan menjadi kepuasan bagi khalayak berotak rusak, mereka kah yang memiliki visi baik? Mereka berambisi, menguasai dunia dengan kepintaran mereka.

Oh really, aku rasa setiap hal yang tercipta bukan menjadi penguasa atas hidup kita, seharusnya kita yang menjadi penguasa atas setiap hal yang tercipta di dunia ini. Mereka menganggap diri mereka pintar, seorang pencipta. Please open your eyes, tidakkah kalian sadar penciptalah  yang di kontrol oleh ciptaan mereka.

Siapa yang bodoh dalam hal ini?

Pergunakanlah segala hal yang ada di dunia ini untuk tidak menciptakan atsmosfer negatif. Kalau kalian menulis “ Gue rasa hidup ini ga adil! Berusaha baik tapi ga dihargai, baiklah gue ga akan berbuat baik” di status anda. Akankah ada orang yang setuju akan pendapat itu. Absolutely , YES! Dan dia akan melakukan hal yang sama, mengingatkan dan mengajak yang lain untuk melakukannya. Setelah itu, hampir setengah penjuru dunia setuju untuk tidak melakukan kebaikan. Itulah dampak dari perkataan mu. Segala yang keluar dari mulut mu, berasal dari hati mu dan berdampak untuk sekitar mu.

Berkata positif tidak membuat mu jatuh sakit bukan?

Jumat, 03 Juni 2011

Si Pohon

Satu benih kecil, yang mudah untuk dihancurkan, tidak diindahkan atau dipandang. Namun satu benih kecil dapat membuat banyak mahluk bergantung padanya.

Si Pohon. Satu kata sederhana yang mungkin jarang sekali diperhatikan oleh kebanyakan mahluk yang berpikir. Banyak hal yang dapat dimanfaatkan oleh si pohon dan banyak hal yang bisa menjadi pelajaran dari si pohon.

Si Pohon. Berasal dari si benih kecil yang terlihat tidak berarti. Si penanam yang dengan sabar memelihara dengan memberi makan dan minum, merawat dan membuang setiap ilalang yang menjadikan penghalang untuknya bertumbuh serta matahari sebagai penyinar. Atau si penanam yang lupa untuk merawat sang pohon yang berakhir mati tak berfungsi.

Si Pohon tumbuh kian hari, 2 cm, 5 cm, 10 cm, 1 m, butuh kesabaran mendapatkan si pohon berakar kuat dan berdahan kokoh. Setiap dahan dihinggapi  burung-burung yang bersarang sebagai tempat perteduhan. Sang pohon yang berbuah lebat dan manis, dapat dipanen dan dinikmati kebanyakan orang.

Semakin tinggi pohon berdiri, semakin kencang angin menghembus,  semakin pula dibutuhkan kekokohan dahan.

Ya, pohon! Akar dan dahan tak dapat berdiri sendiri. Mereka harus menyatu. Jika dahan dipisahkan dari si pohon, dahan itu akan mati. Itulah pegangan hidup. Siapakah pegangan hidup mu?

Pohon pun harus dijauhkan dari setiap ilalang-ilalang, ulat atau mahluk lain yang mengancam pertumbuhannya. Jika harus di basmi dengan racun mematikan, haruslah dilakukan. Saat kelalaian membiarkan sang musuh datang menghampiri dengan menyamar sebagai malaikat terang, sedikit demi sedikit, pohon itu akan digerogoti dan membusuk tak berdaya.

Siapakah kamu dalam hidup ini?

Angin menerpa hidup kita masing-masing. Musim silih berganti, dingin dan panas yang mengeringkan serta hama perusak berkeliling sepanjang masa. Kekokohan hati dan kaki menentukan kemenangan diri. Seberapa besar menolak banyak tawaran manis berujung maut. Sekuat karang akan terpaan ombak, begitulah kekuatan yang harus dimiliki.

Penentu pohon berbuah manis dan berdahan kuat: asupan yang dikonsumsi. Cukupkah mineral dalam akar-akar itu? Pupuk sebagai makanan dan mentari sebagai terang? Gemburkah tanah itu sebagai pijakan sang akar?

Lingkunganlah yang menentukan.

Apa yang kau tabur, itulah yang kau tuai. Menabur benih anggur, anggurlah yang dituai. Menabur angin, badailah yang dihasilkan.

Pohon…..

Berikan keteduhan dan buah yang manis untuk dirasakan.

Itulah fungsi mu.


Kamis, 26 Mei 2011

Buah Manis untuk Generasi

Hidup itu seperti pohon. Dimulai dari benih, tumbuh , membesar dan menghasilkan buah. Seperti itulah kita diciptakan. Dari benih, lahir, kanak-kanak, dewasa dan memiliki anak serta cucu.

Seperti apakah buah yang dihasilkan dari setiap pohon? Pohon baik dengan buah yang manis? Atau pohon baik dengan buah yang busuk?

Perhatikan cerita singkat berikut dan nilailah hidup kita. Buah apa yang kita hasilkan.

Cerita 1

Sessy, dilahirkan dari keluarga terpandang. Sejak kecil hidupnya tidak pernah kekurangan. Segala fasilitas baik selalu ia dapatkan.  Ayahnya seorang pengusaha, ibunya seorang dokter. Ayahnya sangat pemgambil keputusan yang bijak, ia mengerti bagaimana membagi waktu antara karir dan keluarga. Tidak pernah ia hiraukan keluarganya disaat kesibukan menghampirinya. Pekerja keras dan sosok seorang pemimpin yang rendah hati. Dia sangat dicintai oleh kebanyakan karyawannya. Ia juga pemurah, sangat memperhatikan kaum kekurangan.

Sedangkan ibunya ada seorang dokter yang memperhatikan rakyat kecil. Ia sering menjadi tenaga sukarela di beberapa kegiatan sosial. Dan ia seorang ibu penyayang. Ia sangat memperhatikan kebutuhan Sessy dan keadaannya.

Lalu bagaimana dengan Sessy? Sebagai anak tunggal, Sessy selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Kesibukan orang tuanya bukan berarti membuatnya kurang akan perhatian. Ia merasakan kesempurnaan dalam keluarga. Namun tidak untuk dirinya sendiri. Diusia menginjak 18 tahun, Sessy merubah kebiasaan baiknya dengan menghamburkan uang kedua orang tuanya, prestasinya menurun, pergaulannya berubah menjadi kelam, dan diusia 19 tahun ia terjebak dalam narkotika. Kelembutan hati kecil dari seorang gadis mungil berubah menjadi pemberontakan.

Tidak jarang ia menyakiti hati teman dan sekelilingnya, termasuk ayah dan ibu yang ia puja dimasa dulu. Hidupnya semakin memburuk saat ia diperhadapkan bahwa ia harus menghabiskan beberapa tahunnya di dalam sel penjara.



Cerita 2

Atau kisah Garar, anak dari keluarga sederhana. Berawal dari ayahnya seorang yang memiliki posisi baik di suatu perusahaan. Namun roda kehidupan berputar, PHK besar-besaran membuat ayahnya menjadi seorang pemabuk sedangkan sang ibu pekerja keras. 7 tahun hidupnya diliputi ketakuatn, karena sang ayah yang kerap khilaf memukul ibu dan dirinya saat pulang dalam msbuk. Uang bulanannya habis hanya untuk dibelikan alkohol, dan ibunya harus berjuang keras untuk mencukupi biaya bulanan keluarganya.

Namum Garar tidak mau berhenti berharap, di usia 17 tahun ia tetap mengejar cita-citanya, ia belajar begitu rupa dan berusaha mencari penghasilan tambahan untuk bisa tetap kuliah. Ia tetap mencintai ayahnya yang terasa seperti memiliki 2 pribadi yang berbeda. Dalam keadaan baik bisa menjadi sosok ayah penuh hikmat namun bisa menjadi ayah yang sangat menakutkan.

Tak pernah sekalipun ia membalas kepedihan yang diperbuat ayahnya. Tak jarang ia rela dipukuli saat membuang botol-botol minuman keras ayahnya. Dan tak jarang juga ia berani mengatakan bahwa ayahnya harus berubah. Semua ia lakukan untuk mengembalikan ayah yang dulu selalu menghangatkannya.

Di usianya ke 22, Garar menjadi sosok teladan bagi perusahaan, keluarga maupun teman-temannya. Karirnya melesat cepat. Teman-temannya sangat bangga padanya,setiap kata dan hal positif yang keluar dari mulut Garar menjadi motavisi untuk teman-temannya. Garar disenangi banyak orang.

Ulang tahun ke 25, Garar mendapatkan hadiah terindah dari Tuhan. Penantian hampir 10 tahun akhirnya ia dapatkan. Ayahnya datang dengan penyesalan penuh untuk berubah. Detik itu juga perubahan terjadi. Ayahnya berkomitmen untuk tidak menyentuh minuman keras. Lintasan siksaan itu tidak lagi terbayang dibanding momen indah ini. Panjatan doa 10 tahun terasa ringan dan cepat.



Dimakanah kita?

·         Sessy berasal dari pohon baik, rantingnya masih kuat saat remaja. Namun ulat membuat pohon itu tidak tumbuh dengan baik. Pohon yang sempat berbuah baik, rusak dengan sekelompok ulat yang menggerogoti buah itu. Pohon itu tetap baik, tetap berdiri teguh, namun tidak sempurna dengan buah yang membusuk. Pohon itu tidak bermanfaat, karena buahnya tidak dapat dinikmati orang.
·         Garar, awalnya berasal dari pohon yang baik, namun dirusak oleh musim yang memburuk. Namun itu bukan menjadi alasan untuk tidak menghasilkan buah yang manis. Dukungan lingkungan membuat pohon itu berusaha untuk melawan cuaca yang tidak bersahabat. Pohon itu pun kembali kuat, dengan menghasilkan buah yang manis. Buah yang dinikmati banyak orang.

Bisakah keadaan itu diubah dan berubah?

Selly menjadi buah yang manis yang dilindungi dari hama ulat atau Garar menjadi buah yang membusuk karena tidak mau menerobos kondisi cuaca yang buruk? Jawabannya bisa.

Bukan berarti orang tua yang baik menghasilkan anak yang baik juga, atau orang tua yang buruk menghasilkan anak yang buruk. Itu mempengaruhi, namun bukan menghasilkan.

Respon hatilah yang menjadikan buah itu sebagai hasil. Jika respon hati kita tidak menginginkan yang baik, maka keburukan lah yang kita hasilkan.

Milikilah respon hati yang benar, agar kita menghasilkan buah-buah yang manis. Yang dapat dinikmati oleh banyak orang dari generasi ke generasi…..

Jumat, 20 Mei 2011

Terang dan Garam

Lukas 14:34-35 “Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar”

Apa gunanya kita- sebagai rekan sekerja Allah, jika kita menjadi tawar? Kita tidak memiliki makna. Sebagai garam dunia, kita memiliki fungsi yang paling berdampak. Apa fungsi garam?

1.       Memberi rasa
Saat anda merasa teramat sangat lapar, dan membuka tudung saji di meja makan terlihat aneka makanan yang terlihat sedap, sup ayam, gulai, ayam bakar,telur goreng, nasi goreng,  apa yang akan anda segera lakukan? Mengambil piring dan segera menyantapnya bukan? Tapi, apakah anda akan meneruskan melahap makanan itu jika rasanya hambar karena tidak dibubuhi garam? Kebanyakan orang akan menghentikan makan mereka dan mencari makanan baru yang memuaskan rasa laparnya. Itulah tugas garam, memberi rasa. Namun, garam pun harus melarut. Meskipun bongkahan garam dimasukan ke dalam masakan, masakan itu tetap tidak enak, karena hanya sebagian yang asin – bahkan teramat asin, dan sebagian lagi tetap tawar. Seperti itulah tugas kita sebagai garam, harus melarut. Tidak hanya menceritakan kebaikan Tuhan dalam komunitas kita saja, tidak kepada keluarga kita atau kepada kaum miskin/kaya. Kita harus melarut, keseluruh pelosok dan bidang. Agar mereka mendapat rasa yang sama. Seperti  sayur pare dan lobak memiliki rasa yang pahit dan sepat, jika direndam dengan air garam (garam yang sudah melarut) dengan air) dapat mengurangi rasa pahit dan sepat tersebut.
2.       Mencegah kebusukan
Dari informasi mengenai garam dikatakan bahwa fungsi lain dari garam adalah mencegah kebusukan. Jaman dulu orang-orang belum memiliki sistem pembuangan seperti sekarang ini. Jadi, bila mereka hendak buang air besar, mereka menggali tanah, beberapa centimeter lalu menimbunnya dengan tanah. Bayangkan, jika kotoran itu terinjak oleh yang lewat ??? Sistem sanitasi yang buruk, menyebabkan penyakit diare mudah menyerang manusia dan salah satu penyakit yang paling ditakutkan saat perang. Salah seorang rekan bercerita kenapa bangsa ISRAEL bisa terhindar dari penyakit ini karena mereka menaburkan garam di atas kotoran mereka. Kotoran itu akan mongering dan tidak menyebarkan bibit penyakit.
Jika kita ingat bagaimana generasi saat ini, kemunafikan, ketidakpedulian, kejahatan, lupa akan kasih terasa sangat kental. Kita harus menutupi kebusukan itu dengan menjadi garam. Menutupi agar penyakit tidak tersebar.
3.       Mengawetkan
Garam juga berfungsi sebagai pengawet, karena garam mampu membunuh bakteri sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Dengan demikian garam mampu membantu membunuh dosa-dosa manusia dan menghambat pertumbuhan dosa tersebut.

Sudahkah kita berfungsi layaknya garam yang benar?

Matius 15:13 kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”

Alkitab jelas mengatakan bahwa kita adalah garam dunia, itu berarti kita memang garam dunia, bukan “kamu akan menjadi garam dunia jika….” atau “kamu bisa menjadi garam dunia saat kamu melakukan ….” Kita sudah ditetapkan Allah menjadi garam dunia, tidak peduli bagaimana latarbelakang kita, sejak dibentuk kita, manusia, anak-anak Allah = GARAM DUNIA, pemberi rasa, pencegah kebusukan dan pengawet bagi dunia.

Sekarang tinggal respon kita, apakah kita mau memberi dampak yang baik kepada generasi kita atau menutup mata telinga kita akan kebusukan yang sedang menggerogoti generasi ini. Generasi ada ditangan kita, maukah kita menjadi seorang father/mother yang membimbing generasi dengan tujuan kebusukan generasi itu terbunuh oleh garam-garamnya Allah? Ataukah membiarkan generasi ini membusuk sampai akhir? Jika pilihan ke-2 yang kita ambil, sepertinya kita sudah tidak bisa lagi menikmati makanan enak, karena tidak akan ada lagi rasa untuk makanan kita. Karena garam itu menjadi tawar.

Jadilah garam-garamnya Allah yang berdampak bagi dunia dengan cara melarut kepada lingkungan sehingga rasa itu tersebar sama rata.

Rabu, 23 Februari 2011

DEMOKRASI KASIH

Ada beberapa bentuk pemerintahan di dunia ini. Monarki, adalah sebuah bentuk pemerintahan di bawah pimpinan satu orang. Oligarki, adalah pemerintahan yang dipegang oleh beberapa orang saja. Aristokrasi, pemerintahan yang dipegang oleh orang-orang terbaik di negeri tersebut. Plutokrasi, pemerintahan yang dipimpin oleh sekelompok orang kaya. Dan, Demokrasi, yakni pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. (Renungan Harian 23 Feb 11).

Bagaimana pendapat kalian mengenai bentuk pemerintahan tersebut? Manakah yang paling benar dan manakah yang paling tidak benar? Menurut saya semua benar dan semua tidak benar. Tergantung setiap orang menilainya.

Indonesia menganut pemerintahan demokrasi. Dimana rakyat memiliki kebebasan, semua berawal dari rakyat dan untuk rakyat, keputusan dari rakyat dan ditujukan kepada rakyat juga. Saya setuju dengan bentuk pemerintahan ini. Tidak berfokus kepada satu orang atau kelompok tertentu saja.

Bagaimana dengan mengasihi? Jika ada bentuk mengasihi seperti diatas, bentuk manakah yang akan kalian pilih?

1.       Monarki Kasih à Yang mengasihi hanya 1 orang pemimpin
2.       Oligarki Kasih à Yang mengasihi hanya beberapa orang saja
3.       Aristokrasi Kasih à Yang mengasihi hanya orang-irang baik saja
4.       Plutokrasi Kasih à Yang mengasihi hanya orang-orang kaya saja
5.       Demokrasi Kasih à Yang mengasihi semua manusia, semua rakyat ditunjukan kepada seluruh rakyat juga.

Kali ini saya setuju dengan Demokrasi Kasih, tidak memperdulikan siapapun anda, berasal darimana, apapun latarbelakang kehidupanntya, tetap mau saling mengasihi.

Aku teriris melihat situasi saat ini, sepertinya mata ku tertutup oleh banyak kejadian menyayat hati. Teriris dengan pertanyaan, “masih adakah kasih di dunia ini?”. Tauran, saling tuduh, KKN, masa bodo, sepertinya ini adalah hal yang wajar saat ini.

Kita harus membentuk 1 dunia baru “DUNIA DEMOKRASI KASIH”. Dimana tempat itu adalah tempat yang penuh dengan kasih. Tidak ada saling menghakimi, tidak ada lagi sifat tidak peduli, tidak ada lagi saling menyakiti. Penuh dengan kasih, seperti Pencipta mengasihi setiap ciptaannya.

Mari, mulai saat ini kita satukan hati meminta hati yang penuh belas kasihan. Dunia penuh dengan CINTA. FULL OF LOVE, everytime and anywhere, whatever world do for us, we still have a heart with a lot of LOVE.

GBU all
Keep Spirit
ICHA

Kamis, 17 Februari 2011

Love like a Gold

Cinta tidak bisa dengan penglihatan
Cinta tidak bisa dengan pendengaran
Cinta tidak bisa dengan meraba
Cinta bisa diberikan dengan ke tulusan hati
Tanpa imbalan
Tanpa paksaan
Tanpa alasan
Tanpa tak tik
Cinta itu butuh pengujian
Seperti pemurnian emas
Butuh dibersihkan dari campuran pasir
Pemanasa dan peleburan serta pembentukan
Cinta itu tidak instan
Stop untuk berkata aku mencintai mu saat pertama bertemu!
Itu bukan cinta, itu kekaguman.
Cinta itu membutuhkan waktu pengenalan
Bukan berarti memilih
Tapi mencari yang terbaik
Orang tua mu mencintai mu karena 9 bulan kau dirahim ibu mu
Jika kau ada tiba-tiba tanpa alasan didepan orang tua mu, cintakah mereka pada mu?
Kau mencintai sahabat mu, karena waktu bersama yang kalian habiskan
Kau mencintai pekerjaan dan hobi mu, karena berbulan-bulan kau jalani dengan tulus dan sukacita
Adakah kau mencintai pekerjaan hanya dalam 1 jam kau mulai bekerja?
Kau mencintai mobil mu
Karena 2 tahun kau habiskan sisihkan uang mu untuk membeli kendaraan itu.
Itu yang namanya bayar harga
Jadi kau bisa bayangkan cinta sejati itu apa?
Butuh pemurnian
Butuh waktu
Butuh bayar harga
Butuh ketulusan
Butuh menunggu
Butuh dibentuk, oleh waktu dan keadaan.
Berikan cinta mu, untuk keluarga mu, teman hidup mu kelak, sahabat mu, pekerjaan mu, dan terpenting sosok sempurna dengan CINTA SEJATI.

Cintaku Badai Nestapa

Aku melihat sekeliling ku…
Akhhh, betapa teriris memandang generasi ku saat ini
Remaja yang tidak lagi malu akan dosa perzinahan
Tanpa belas kasih nyawa mungil itu kembali ke pangkuan Sang Khalik.
Aku merasakan jerit hatinya saat dokter itu menghantam tiap bagian tubuhnya
“ Aaahh, Mama… Aku ingin berjalan..” Teriaknya Kakinya terpotong.
Dia tersedu “ Aku ingin berjalan bersama mama..”
Itu belum selesai, kali ini dokter itu mencabut ke dua tangan mungil itu.
“ Aku tidak mau cacat, sakittt. Tangan ku, kembalikan…”
Aku tertegun, ingin ku capai tempat itu dan menghentikannya.
Ku berlari sekuat kaki melangkah, aku tidak bisa mencapai tempat itu.
Lagi-lagi dia menangis saat badannya dicabik oleh gunting panjang yang masuk melalui rahim sang ibu. “ Oh tidak, Toloonggg, mamaaa… Aku ingin hidup. Aku ingin melihat wajah mu. Tolong maa….”
Semakin ku lelah melangkah, tempat itu semakin terlihat jauh. Aku ingin menolongnya. Tidak, ia tidak boleh mati.
Dokter, kau tidak berhak menghancurkan kepalanya!!!!!
“ Aku tidak bisa bernapas ma, tolong! Ku mohon bantu aku!!” Jeritnya semakin menjadi. “Arghh, arrggghhhh,, mata ku… Auuuuw, pipi ku, hhhhh” Desahannya.  Bibirnya hancur, lidahnya terpotong. Terakhir itu, kepala yang diremukan dengan besi tajam itu. “ Aku cinta mama, meskipun mama tidak mengharapkan ku, selamanya” Rintihan hati terakhir dari Gleo, janin berusia 5 bulan itu. Janin yang menharapkan cinta dankehangatan dari Dess dan Kurni. Sepasang remaja berusia 17 tahun.
15 menit kemudian, kepingan badan Gleo di masukan ke dalam kantong hitam.
Kurni memeluk Dess yang merasa kesakitan, hati dan jasmaninya. “ Ini demi kebaikan kita” Ujarnya.
Hati ku panas, ku kepalkan tinju ku untuk menghajarnya, lagi-lagi tangan ku tak bisa menggapainya.
Generasi macam apa ini? Itu kah cinta? Masih ada cinta di dunia ini?
OMONG KOSONG!!!!
Kalian tidak mengerti cinta.
Cinta itu murni, tanpa mengharapkan apapun.
Cinta itu murah hati, tidak sombong.
Cinta itu menjaga, bukan mencelakai.
Cinta itu menunggu, bukan memaksa.
Cinta itu kasih….

Rintih ku. Generasi apa ini?? Merusak tubuh mereka dengan alkohol, obat-obatan, menipu, berzinah. Tidak! Kalian tidak bisa mencintai, kalau mencintai diri sendiri saja belum bisa!

Seketika aku tersentak bangun. Cinta? Generasi? Hancur? Masa depan? Yaa, aku mengerti. Aku harus mencintai generasi ku, dengan mulai mencintai diriku dan mencintai mereka, agar masa depan dunia ini tidak menjadi gelap.

Aku mau mencintai kalian dengan kasih ini…..

Kamis, 10 Februari 2011

Cinta itu FAJAR

Ketika ku hadapi kehidupan ini, jalan mana yang harus kupilih. Ku tau ku tak mampu, ku tahu ku tak sanggup hanya KAU Tuhan tempat jawaban ku. Aku pun tahu ku tak pernah sendiri, sebab Engkau Allah yang menggendong ku. Tangan MU membelaiku, Cinta Mu menguatkan ku, KAU mengangkat ku ke tempat yang tinggi.

Begitulah bait lagu yang mengalun merdu ditelinga ku. Aku tak kuasa menahan perih cobaan ini, jantung ku terasa seperti dihujam dengan pedang bermata dua, daging ku bagai hancur berkeping-keping. Bagaimana mungkin aku sanggup bertahan tanpa kedua orang tua ku di umur ku yang masih belia ini?

Aku tak sanggup memikirkan akhir hidup ku hanya bisa mengenang senyum manis mereka saat memeluk erat ku saat aku ketakutan, mencium ku saat ku terlelap, menyertai ku dalam usia ku yang semakin melangkah maju.

Sehari, dua hari, dunia ku seperti kiamat. Bulan berganti, nafas ku mulai berfungsi perlahan, tahun berikutnya berusaha untuk keluar dari keterkungkungan ku akan kenangan ini. Seminggu sekali mungkin aku tersenyum, itu berarti ± 50 kali dalam setahun aku tersenyum. Bayangkan betapa terpuruknya aku.

Aku hanya hidup dengan kakak ku, seorang staff admin di salah satu perusahaan swasta. Dia berhenti kuliah karena tidak sanggup membiayai kuliahnya dan harus membayar uang kuliah ku. Papa mama meninggalkan sebuah rumah dan sebuah tanah kosong. Bisa saja tanah itu kami jual untuk membiayai kami sementara, tapi sepertinya itu sama saja menjual mereka.

Semester 4, aku mulai mencari kerja sampingan, aku ke distributor pakaian dan menitipkan ke beberapa rekan ku, kadang aku membuat kue, untuk event tertentu seperti valentine, lebaran atau natal, aku bisa banyak mendapatkan orderan. Itu membantu uang photocopy dan print makalah ku.

Tidak terpikirkan oleh ku untuk hang out dengan teman-teman ku, mengenal lawan jenis atau santai membaca novel layaknya 3 tahun lalu. Kehidupan ku berubah total! Aku sangat kaku, mudah emosi, sensitif dan aku hobi sekali mengeluh. Aku tidak lagi memiliki sahabat, layaknya sahabat ku dulu. Dan aku tidak perduli, karena itu tidak mempengaruhi kehidupan mereka.

Namun seorang teman mengubah paradigma ku, seorang yang aku tau orang tuanya masih ada, tidak kekurangan namun dalam mengalami presure yang luar biasa dalam pekerjaannya. Tak pernah sekali pun ku temukan dia mengeluh mengenai pekerjaannya – entah diluar sana, dia selalu bersemangat meskipun tekanan menghimpitnya setiap hari.

Suatu kali aku pernah bertanya, “ aku mual dan muak! Hampir setiap hari aku mengeluh” Ujar ku sambil meliriknya. “Kenapa sih mas ga pernah mengeluh? Padahal aku tau betapa pekerjaan mas begitu menyiksa”

Dia tersenyum simpul. “Baru kali ini aku mendengar ada orang yang muak karena mengeluh” Ditariknya napas panjang. “ Saat mengeluh, itu akan berdampak pada orang lain. Seperti virus. Mampu menularkan orang lain. Dan atmosfer akan berubah negatif, meskipun sebenarnya orang mendengar keluhan kita dalam kondisi baik”

Aku terpaku! Aku mengerti kenapa hidup ku selama ini layaknya berjalan dalam padang gurun. Aku tidak mengucap syukur! Aku tahu kenapa aku tidak memiliki sahabat, karena aku menyebarkan virus. Aku sangat mengerti kenapa semua berubah. Karena aku yang menginginkan itu semua.

Maafkan aku Tuhan, sepertinya aku layak menerima ini semua. Aku layak jatuh, agar aku mengerti bagaimana rasanya bangkit. Aku mau berubah. Terima kasih untuk pengertian baik ini. Aku akan belajar melihat sekeliling ku, agar aku mengerti bagaimana mengucap syukur.

Janji Mu seperti Fajar pagi hari, yang tidada pernah terlambat bersinar. Cinta Mu seperti sungai yang mengalir dan ku tahu betapa dalam kasih Mu.

Lagu itu menutup kehidupan kelam ku. Saat ini aku sudah menjadi orang yang kuat, penuh semangat dan selalu tersenyum. Dan hadiah terbaik dari Tuhan, aku memiliki department store terbaik di negara ini.

Lakukan bagian mu, dan DIA akan melakukan bagianNYA. Keep spirit!

Rabu, 19 Januari 2011

Setetes Kasih

Aku melihat mentari tertutup kabut. Pagi ini kota ini diselimuti embun, dingin menusuk sendi. Pukul 04.30 aku sudah berdiri dipinggir jalan, menunggu bis yang akan mengantar ku bertemu dengan seseorang yang belum saya temui. Dia Renn, wanita yang ku kenal dari social network. Entah bagaimana mulanya, akhirnya kami berbincang dengan chatting. Aku mengenalnya sekitar 3 bulan terakhir ini. Dia tertutup namun aku merasa bahwa dia ingin sekali menceritakan beban yang ia pikul. Renn gadis yang ceria, ia hanya menceritakan kesehariannya tidak untuk masa lalunya, bahka cerita kemarin tidak akan dibahas lagi olehnya.

2 hari lalu, aku mengajaknya untuk bertemu, dorongan kuat itu memaksa ku untuk bertemu dengannya. Beberapa kali dia menolak untuk bertemu dengan ku, namun aku meyakinkannya bahwa aku sudah menjadi sahabat baik untuknya dan aku berjanji tidak akan menyakitinya. Dia pun percaya dan mau diajak untuk bertemu diakhir pekan ini.

Dia memilih sabtu pagi, dimana banyak orang memilih untuk di rumah. Kami ke salah satu taman ditengah kota.Langit masih gelap, aku masih bisa mendengar suara jangkrik bernyanyi. Aku masih bingung, kenapa dia memilih dihari yang masih gelap ini? Kenapa tidak sekalian malam hari? Hhhh… Entahlah. Aku sudah bersyukur ia mau bertemu dengan ku, barangkali aku bisa membantunya.

Hanya membutuhkan 20 menit menuju taman tengah kota. Aku kecepatan 10 menit. Ku cari tempat yang kami pilih untuk bertemu, di bawah jam besar. Ku percepat langkah ku. Ahh.. Seorang gadis duduk disana. Sangat manis. Rambutnya panjang lurus, kulitnya putih, mungil. Dia kah Renn? Aku ragu menghampirinya, kuperlambat langkah ku.

“Hai, Lily” Sapanya. Ternyata dia benar Renn.Dia tersenyum, tapi tatapannya kosong.

“ Renn?” Tanya ku, dia mengangguk. “Ternyata kau dating lebih cepat”

Dia mengangguk lagi. Terdiam. Atmosfer sedingin udara pagi ini. Sejuta pertanyaan ku hilang diselimuti kabut. Suasana menjadi kaku.

“ Kenapa kau ingin menemui ku?” Tanya Renn.

“Ohh…” Kenapa? Aku juga bingung. Naluri ku saja yang ingin membuat ku ingin menemui dia. “ Ehhmm, karena aku ingin bertemu sahabat baru ku. Kita sudah 3 bulan berteman, rasanya aneh jika kita belum bertatap muka” Yeaaah…. Alasan sederhana.

“Hanya itu?”

Aku mengangguk. “Aku suka memiliki banyak teman”

Dan terdiam lagi.

Di dunia maya memang aku yang aktif bertanya, namun itu bisa sambil berpikir di balik Komputer ku. Tapi sekarang, aku kesulitan mencari bahan pembicaraan.

“ Aku, memutuskan untuk berhenti sekolah semester lalu” Katanya. Aku berbalik memandangnya, dia mulai bercerita masa lalunya. “ Aku malu, semua teman sekolah melirik ku dengan tatapan aneh. Mereka sepertinya kasihan akan keadaan ku…”

Renn menceritakan kisah keluarganya. Dimana ibunya seorang wanita tuna susila dan ayahnya seorang pemabuk. Mereka bercerai saat Renn duduk di bangku smp. Mulai saat itu banyak yang mengetahui pekerjaan ibunya dan kekasaran sang ayah.

“ Mereka terlihat simpatik, padahal aku tau bahwa mereka sangat jijik kepada ku. Bahkan ada yang mengatakan langsung kejijikannya kepada ku.  Ayah seorang manager sebuah club. Hampir setiap hari aku di cela oleh ayah, beberapa kali ia menampar ku. He said I’m nothing. Ayah membawa ku hanya karena tidak ingin aku seperti ibu, tapi ia terus menerus mengatakan aku nomor 2 ibu. Perkataan kasar itu menusuk hati ku”.

Ia semakin menunduk, tetap bercerita sambil menahan isakannya. Aku masih berdiri didepannya. Ceritanya semakin panjang. Mengenai pamannya yang hampir menodainya, teman kencan ibu yang mencarinya, pukulan ayah yang membuat lebam di tangan dan pipinya, nilainya yang buruk, tidak memiliki teman. 6 bulan ini ia mengurung dirinya dirumah, tidak ada bioskop, mall, shopping, hangout. Mungkin ia lupa dengan gang rumahnya. Hati ku pedih mendengar ceritanya, hampir 1 setengah jam ia berbicara.

“ Mungkin hanya kau teman ku. Teman ku dibelakang layar” Lanjutnya. Tangannya masih meremas jari-jarinya. “ Itu pun karena kau tidak mengetahui ini semua”

Tatapan kosong dan cara berbicaranya yang sering diberi jeda memang membuatnya terlihat seperti gadis yang mengalami depresi berat, mungkin kasarnya sedikit tidak normal. PAdahal dia terlihat begitu manis.

Air matanya mengalir dengan deras, aku tahu dia menahannya sedari tadi. Ia kesulitan melanjutkan bercerita karena isakannya. Aku semakin teriris. Ku peluk dia. Ku biarkan dia membasahi punggung ku. 10 menit tangisnya tidak mereda. Lutut ku sakit menahan badannya. Ingin sekali menyudahinya, namun hati ku bersikeras melepas pelukan ini. Ia membutuhkan pundak ku.

Waktu menunjukan pukul 06.30, Mentari mulai menunjukan rupanya. Ia berhenti terisak, ku lepas pelukan ku.

“ Aku tidak berarti” Lanjutnya. “ Aku tidak dibutuhkan”

“ Renn, kamu tau betapa berharganya diri mu?” Tanya ku. Dia tetap terdiam, sepertinya dia tau jawabannya. “ Baiklah. Jika kamu menganggap kalau dirimu tidak berharga, bagaimana orang lain mau menganggap mu berharga?”

“ Karena orang lain menunjukan betapa tidak berharganya aku, penyebab pemikiran itu muncul” dia menggeleng “ Tidak, bukan pemikiran, kenyataan”

“ Apakah kau yakin mereka menganggap mu tidak berharga?” Tangannya digengam semakin erat. “ Dengar, kaluarlah. Cari kehidupan mu, dan kau akan menemukan begitu banyak orang  yang akan menerima mu”

“ Keluar? Aku akan semakin banyak menerima perlakuan tidak manusiawi” Katanya dengan nada tinggi. Kali ini dia berdiri. Menyentuk batang pohon besar di dekat jam besar.

“ Dan kau berpikir aku salah satu dari mereka yang kau pikirkan?” dia melirik ku sekilas.

“ Entah”

Aku kembali menghampirinya, ku pegang tangannya. “ Renn, kau begitu berharga. Jika memang tidak ada seorangpun yang menginginkan mu, masih ada Tuhan yang membela mu. Kasihnya tidak berhenti pada mu”

Dia tertawa kecil menyindir.

“ Aku tidak bercanda”

Renn menatap ku tajam. “ Tuhan? Tidak terlihat” Katanya. “ Kalau DIA memang ada, DIA takkan membuat ku seperti ini!”

“ Bagaimana kau bisa melihatnya jika kau tidak mengenalnya?” Ku pastikan dia tertarik dengan pembicaraan ini.

“ Mengenalnya? Aku bisa mengenalnya?”

Aku mengangguk pasti. “ Kau mau?”

Renn ragu. Sepertinya dia menganggap ku bodoh. Berjumpa dengan Tuhan? Omong kosong! Mungkin itu pemikirannya. “ Kau bercanda…”

“ Aku serius. Aku mengalami perjumpaan dengannya. Dan hidup ku berubah”

“ Lily, DIA itu DEWA! Mana mungkin kita bisa bertemu dengannya. Apa kau punya six sense?”

Aku ingin tertawa! Tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat. “ Kau bisa bertemu dengannya, kapan pun. Asalkan kau mau bertemu dengannya”. Renn ragu, tapi aku yakin dia mencari sosok Tuhan. Dia butuh.  “ Aku akan membantu mu”

Renn malu, atau putus asa? Aku tidak perduli. Aku begitu mengasihi dia, terlepas apapun masa lalunya, keburukannya, dosanya, aku tidak perduli. Aku hanya perduli bagaimana menyelamatkannya. “ Kita hanya perlu berdoa. Maukah kau berdoa?”

Mukanya semakin bingung. “ Berdoa?” Tanyanya. Aku mengangguk. “ Kita tidak ingin makan seperti yang dilakukan kebanyakan orang di TV-TV”.

Kali ini aku hanya menutupi rasa ingin tertawa ku dengan senyum. “ Tidak Renn, berdoa tidak hanya ketika kita ingin makan. Berdoa adalah napas hidup kita. Disinilah kita bisa bertemu Tuhan. Kau mau bertemu denganNYA?” Renn masih tidak ingin menjawab. Ku raih tangannya, ku ajak dia duduk kembali. Aku berdoa untuknya. Mengajaknya mengampuni orang-orang yang membuatnya terluka, menerima Yesus sebagai juruselamatnya, mengampuni diri sendiri dan menerima dirinya. Agak sulit melepaskan ikatan-ikatan dalam dirinya. Butuh 40 menit untuk mengatakan amin.

Matanya sembab, bibirnya kering, dan terlihat ia begitu kecapaian. “ Apa yang kau rasakan”

Ia memandang ku dengan tatapan tidak percaya “Itukah DIA?” TAnyanya.

“ Kau bertemu denganNYA?”

Renn mengangguk. “ Sosok putih itu? DIA menghapus air mata ku, dan mengatakan bahwa DIA begitu mencintai ku”

Aku tersenyum gembira. “ Maukah kau berkunjung kerumahNYA, besok”

“ RumahNYA? Dimana?”

“ Aku akan menjemput mu besok ditempat ini, pukul 10.00”

Aku berbalik sambil tersenyum puas.
Sesampai dirumah, ku nyalakan laptop ku. Sebuah pesan muncul. Dari Renn

Dear Lily. Terima kasih sudah mau menjadi teman ku selama 3 bulan ini. Aku tidak tau bagaimana wujud asli mu. Tapi aku yakin kau baik. Mungkin. Jika pagi ini kau tidak menemui ku, mungkin kau bisa ke rumah ku: Rev Street 1032. Itu pun kalau jasad ku belum terpendam ditanah. Aku memutuskan untuk keluar dari dunia ini. Mungkin ada dunia lain yang bisa menerima ku. Sepertinya aku begitu hina sehingga banyak yang menolak ku. Lily, aku mohon selamatkan mereka yang mengalami hal seperti aku. Aku tidak bisa berbuat banyak. Sekali lagi, terima kasih. Sampai berjumpa di tempat selanjutnya. -Renn- .”

Aku tersentak. Pesan itu ditulis pukul 00.00 am. Dia berusaha mengakhiri hidupnya hari ini! Air mata ku menetes deras. Jika aku tidak memaksanya untuk bertemu, apakah hari ini dia akan meninggal? Dan tidak selamat?

Tuhan, terima kasih, karena kasih MU yang tidak terbatas. Terima kasih 1 jiwa ini KAU selamatkan. Tak terbayang jika aku tidak taat untuk mengajaknya bertemu. Terima kasih, Tuhan, terima kasih.